10 Tips Mengamankan Website WordPress dari Serangan Hacker
WordPress adalah salah satu platform pembuatan website paling populer di dunia. Lebih dari 40% website global menggunakan WordPress karena fleksibel, mudah digunakan, serta memiliki ribuan plugin dan tema gratis maupun premium. Namun, popularitas ini juga menjadi pedang bermata dua. Semakin banyak pengguna, semakin tinggi pula risiko serangan hacker.
Serangan terhadap website WordPress bisa berupa brute force login, injeksi malware, serangan DDoS, hingga pencurian data pelanggan. Bagi pemilik website bisnis, serangan ini jelas berbahaya. Tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial. Oleh karena itu, menjaga keamanan website WordPress adalah langkah wajib, bukan sekadar tambahan.
Pada artikel ini, kita akan membahas 10 tips mengamankan website WordPress dari serangan hacker. Setiap tips akan dijelaskan secara detail, disertai contoh dan langkah praktis agar mudah dipahami bahkan oleh pemula.
1. Gunakan Password yang Kuat dan Unik
Password adalah gerbang pertama untuk melindungi website. Sayangnya, banyak pemilik website masih menggunakan password yang lemah, seperti admin123, password, atau tanggal lahir. Password sederhana seperti ini mudah ditebak oleh hacker menggunakan teknik brute force.
π Solusinya, gunakan password dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Contoh: Wp!Secure2025#. Semakin panjang password, semakin sulit ditembus.
Selain itu, biasakan menggunakan password unik untuk setiap akun. Jangan gunakan password yang sama untuk login WordPress, email, dan akun media sosial. Agar tidak repot mengingat, gunakan aplikasi password manager seperti LastPass atau Bitwarden.
2. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)
Meskipun password sudah kuat, risiko kebocoran tetap ada. Hacker bisa saja mendapatkan password melalui phishing atau kebocoran data di platform lain. Untuk mencegah hal ini, aktifkan Two-Factor Authentication (2FA).
Dengan 2FA, proses login membutuhkan verifikasi tambahan selain password, misalnya kode OTP dari aplikasi Google Authenticator atau SMS. Jadi, meskipun hacker berhasil menebak password, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa kode tambahan.
π Plugin WordPress yang bisa digunakan:
- Google Authenticator
- Wordfence Login Security
- miniOrange 2FA
3. Batasi Percobaan Login Gagal
Serangan brute force biasanya dilakukan dengan mencoba ribuan kombinasi username dan password secara otomatis. Jika tidak ada batasan, hacker bisa mencoba berkali-kali sampai berhasil.
π Untuk mencegah hal ini, aktifkan fitur limit login attempts. Misalnya, batasi maksimal 5 kali percobaan login gagal, setelah itu akun akan terkunci sementara.
Plugin yang bisa digunakan:
- Limit Login Attempts Reloaded
- Login LockDown
Dengan cara ini, upaya brute force bisa dihentikan lebih awal.
4. Gunakan Plugin Security Terpercaya
WordPress memiliki ribuan plugin, tetapi tidak semuanya aman. Ada plugin bajakan atau tidak terawat yang justru menjadi celah hacker. Oleh karena itu, pilih plugin keamanan yang sudah terbukti efektif.
π Beberapa plugin security terbaik untuk WordPress antara lain:
- Wordfence Security: firewall, malware scan, 2FA.
- Sucuri Security: monitoring, audit log, malware cleanup.
- iThemes Security: proteksi login, ban IP, file integrity check.
Plugin ini bisa mendeteksi aktivitas mencurigakan, memblokir IP berbahaya, hingga memberi laporan detail tentang upaya serangan.
5. Update WordPress, Tema, dan Plugin Secara Berkala
Salah satu penyebab utama website diretas adalah software yang tidak diperbarui. Setiap kali ada update WordPress, plugin, atau tema, biasanya ada perbaikan bug dan celah keamanan. Jika Anda tidak mengupdate, celah itu bisa dieksploitasi hacker.
π Lakukan update secara berkala, minimal seminggu sekali. Aktifkan juga fitur auto-update untuk plugin penting. Namun, sebelum update, pastikan sudah melakukan backup agar aman jika terjadi error.
6. Gunakan SSL dan HTTPS
Website tanpa SSL (Secure Socket Layer) masih menggunakan protokol HTTP. Masalahnya, data yang dikirim melalui HTTP tidak terenkripsi, sehingga bisa disadap hacker. Dengan SSL, website menggunakan protokol HTTPS yang lebih aman.
π Banyak hosting sekarang menyediakan SSL gratis melalui Letβs Encrypt. Setelah SSL terpasang, pastikan semua URL sudah dialihkan ke HTTPS. Selain lebih aman, penggunaan HTTPS juga meningkatkan peringkat SEO di Google.
7. Backup Website Secara Rutin
Tidak ada sistem keamanan yang 100% sempurna. Oleh karena itu, backup adalah penyelamat utama. Jika suatu hari website terkena serangan, Anda bisa memulihkannya dalam hitungan menit dengan backup terbaru.
π Ada dua jenis backup:
- Backup manual: melalui cPanel atau phpMyAdmin.
- Backup otomatis: menggunakan plugin.
Plugin yang direkomendasikan:
- UpdraftPlus
- VaultPress (Jetpack)
- BlogVault
Atur backup harian atau mingguan sesuai kebutuhan. Simpan backup di lokasi terpisah, misalnya Google Drive atau Dropbox.
8. Ganti URL Login Default WordPress
Secara default, halaman login WordPress berada di /wp-login.php atau /wp-admin. Semua orang, termasuk hacker, tahu alamat ini. Itu sebabnya banyak serangan brute force diarahkan ke URL login default.
π Untuk mengatasi ini, ubah URL login menggunakan plugin seperti WPS Hide Login. Misalnya, ganti menjadi /my-login atau /securepanel. Dengan cara sederhana ini, hacker akan kesulitan menemukan halaman login.
9. Gunakan Hosting yang Aman dan Terpercaya
Hosting adalah pondasi website. Jika hosting tidak aman, semua usaha proteksi bisa sia-sia. Hosting murah biasanya minim fitur keamanan, sehingga lebih rentan terhadap serangan.
π Pilih hosting yang memiliki fitur:
- Firewall & DDoS protection
- Malware scanning
- Free SSL
- Backup harian otomatis
Beberapa provider hosting WordPress yang terkenal aman di Indonesia antara lain Niagahoster, Rumahweb, dan IDCloudHost.
10. Hapus Plugin atau Tema yang Tidak Terpakai
Setiap plugin dan tema adalah pintu masuk potensial bagi hacker. Bahkan jika tidak aktif, file plugin/tema tetap bisa dieksploitasi.
π Oleh karena itu, hapus semua plugin dan tema yang tidak digunakan. Simpan hanya yang benar-benar dibutuhkan. Selain lebih aman, cara ini juga membuat website lebih ringan dan cepat.
Tips Tambahan untuk Keamanan WordPress
Selain 10 tips di atas, ada beberapa langkah tambahan yang bisa diterapkan:
- Gunakan username unik, jangan gunakan “admin”.
- Aktifkan firewall aplikasi web (WAF) untuk mencegah serangan otomatis.
- Monitor aktivitas login dengan plugin audit log.
- Gunakan versi PHP terbaru agar lebih aman dan cepat.
Kesimpulan
Mengamankan website WordPress memang membutuhkan usaha ekstra, tetapi hasilnya sepadan. Dengan menerapkan langkah-langkah seperti password kuat, 2FA, limit login, plugin security, hingga backup rutin, Anda sudah mengurangi risiko serangan hacker secara signifikan.
Ingatlah, hacker selalu mencari celah, dan satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal. Maka dari itu, jangan tunda lagi. Mulailah perkuat keamanan website WordPress Anda mulai hari ini.
Dengan website yang aman, Anda bisa fokus mengembangkan bisnis, meningkatkan traffic, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.
baca juga :
Cara Mengamankan Situs Web WordPress Anda dari Serangan Hacker
