Apa itu Warm up email?

Apa itu warm up email?

Warm-up email adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan email pertama yang dikirimkan ke alamat email baru.

Tujuan utama dari warm-up email adalah untuk membangun reputasi email Anda sehingga email yang dikirimkan nantinya dapat terkirim dengan lancar ke inbox penerima, bukan ke folder spam atau dihapus sebelum dibaca.

Warm-up email biasanya berisi konten yang bersifat informatif dan tidak mencurigakan, seperti pengenalan tentang diri Anda atau perusahaan Anda, informasi kontak, atau konten lain yang relevan dengan tujuan Anda mengirimkan email.

Berapa email yang harus dikirim untuk warm up email?

Tidak ada jumlah pasti email yang harus dikirim untuk warm-up email, karena ini bisa bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti reputasi domain email Anda, jenis konten yang Anda kirimkan, dan jumlah penerima email.

Namun, sebagai panduan umum, Anda bisa memulai dengan mengirim beberapa email warm-up ke alamat email yang ingin Anda gunakan secara bertahap dalam beberapa hari atau minggu.

Anda bisa mulai dengan mengirim beberapa email kepada orang-orang yang Anda kenal, lalu kemudian menambah jumlah penerima email secara perlahan. Ini akan membantu membangun reputasi email Anda dengan baik dan meningkatkan peluang bahwa email yang dikirimkan nantinya akan terkirim dengan lancar ke inbox penerima.

Bagaimana cara melakukan warm up email

Warm-up email adalah proses meningkatkan secara bertahap volume dan aktivitas akun email kamu untuk membangun reputasi pengiriman yang baik dan meningkatkan deliverability (ketepatan pengiriman). Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ikuti untuk melakukan warm-up akun email kamu:

  1. Mulailah dengan kecil: Mulailah dengan mengirim sejumlah kecil email ke beberapa penerima. Ini dapat termasuk email ke keluarga dan teman atau email internal dalam organisasi kamu.
  2. Tingkatkan volume secara bertahap: Selama satu atau dua minggu, tingkatkan secara bertahap jumlah email yang kamu kirim dan jumlah penerima. Hindari mengirim volume besar email sekaligus, karena ini dapat menyebabkan tkamu merah dengan penyedia layanan email (ESP) dan mengakibatkan email kamu ditkamui sebagai spam.
  3. Monitor deliverability: Pantau deliverability email kamu. Jika kamu menemukan bahwa email kamu tidak terkirim atau pergi ke spam, ini bisa menjadi tkamu bahwa akun kamu memerlukan lebih banyak warm-up.
  4. Bersikap dengan subscriber kamu: Anjurkan subscriber kamu untuk membuka dan mengklik email kamu dengan mengirimkan konten yang relevan dan menarik. Ini dapat membantu meningkatkan reputasi pengiriman kamu dan meningkatkan kemungkinan email kamu terkirim ke inbox.
  5. Gunakan alat verifikasi email: Gunakan alat verifikasi email untuk memastikan bahwa alamat email yang kamu kirim adalah valid dan dapat terkirim. Ini dapat membantu meningkatkan reputasi pengiriman kamu dan mengurangi risiko email kamu ditkamui sebagai spam.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini dan bersabar, kamu dapat dengan efektif melakukan warm-up akun email kamu dan meningkatkan deliverability email kamu.

Leave a Comment

%d bloggers like this: